SOPPENGTERKINI.COM-- Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya menghadirkan solusi bagi sawah tadah hujan yang selama ini bergantung pada curah hujan.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong perluasan jaringan listrik ke kawasan pertanian guna mendukung operasional pompa air dari sungai maupun sumur bor.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Soppeng Suwardi Haseng bersama General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar, Senin (20/7) kemarin.
Dalam pertemuan itu, Suwardi Haseng didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, Asis Dahlan.
Suwardi menjelaskan, program Listrik Masuk Sawah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui pengembangan sistem pompanisasi.
“Sebagian besar sawah di Kabupaten Soppeng masih bergantung pada air hujan. Karena itu, kami mendorong pengembangan pompanisasi agar petani memiliki sumber air yang lebih terjamin dan dapat meningkatkan intensitas tanam,” kata Suwardi.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan pihaknya menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendorong pengembangan sektor pertanian melalui program tersebut.
Menurut Edyansyah, PLN akan melakukan koordinasi dan kajian teknis terkait kebutuhan jaringan distribusi listrik di kawasan pertanian yang menjadi sasaran program Listrik Masuk Sawah.($)
Komentar