Suwardi mengatakan pertemuan itu bertujuan menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program Serap Gabah Petani yang merupakan bagian dari Program Strategis Nasional.
Ia menyebut pertemuan digelar menjelang masa panen yang diperkirakan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri sehingga diperlukan koordinasi yang kuat antara seluruh pihak terkait.
“Pertemuan ini kita laksanakan karena menjelang Idul Fitri banyak petani yang memasuki masa panen. Oleh karena itu kita perlu memperkuat sinergi dan koordinasi seluruh pihak, karena situasi panen saat ini tidak sama seperti sebelumnya,” kata Suwardi.
Menurut dia, program Serap Gabah Petani bertujuan melindungi harga gabah di tingkat petani agar tetap berada pada Harga Pembelian Pemerintah.
“Karena itu kita harus memastikan harga gabah di tingkat petani tetap berada pada Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.
Pasi Intel Kodim 1423/Soppeng Lettu Infanteri Rusdi mengatakan TNI siap membantu pemerintah daerah dalam berbagai bidang sesuai dengan tugas yang diamanahkan dalam undang-undang, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan.
“Walaupun ada masyarakat yang bertanya mengapa tentara turut terlibat dalam urusan ketahanan pangan, hal tersebut karena sektor pangan merupakan bagian penting yang harus dijaga bersama,” ujarnya. ($)
Komentar