Kisah Pilu Warga Wajo Yang Menjadi Korban Bencana Palu -->

Iklan Semua Halaman

Kisah Pilu Warga Wajo Yang Menjadi Korban Bencana Palu


Wanita paru baya berjalan dengan raut wajah berselimut duka penuh kesedihan. Ia datang menyambangi posko Kabupaten Wajo, di Jalan Balai Kota Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Laporan : Ichal Mahendra

Berbagai kisah yang dialami oleh korban bencana palu. Selain kehilangan tempat tinggal ada juga yang kehilangan keluarga tercinta. Kisah pilu yang dirasakan oleh para korban bencana ketika mereka kehabisan logistik untuk bertahan hidup.

Mereka yang menjadi korban bencana alam di Palu,Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah itu berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan bahkan dari luar sulawesi selatan termasuk dari pulau jawa dan kalimantan.

Namun, seorang korban bencana yang berasal dari Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan membuat para petugas posko terharu termasuk Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wajo dan Anggota DPRD Wajo yang tak bisa menahan air matanya.

Karena dihadapan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wajo Andi Ismiraj Sentosa dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, seorang perempuan yang diketahui bernama Ratna Dewi menangis sambil meminta bantuan beras untuk bertahan hidup.

Ratna Dewi datang bersama putranya Refki yang masih berusia 8 tahun, merupakan warga asal Cebbia, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dan bagian dari korban gempa dan tsunami di Kota Palu yang selamat.

Ratna menangis, sembari memangku sibuah hatinya. Melihat hal itu, Kadis Sosial Kabupaten Wajo begitu juga Anggota DPRD Kabupaten Wajo Sumardi Arifin tak kuasa menyembunyikan kesedihannya.

“Mauki Pulang Bu, apa kebutuhan Bu, sabarki Bu,” tanya, Mantan Camat Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Andi Ismiraj Sentosa.

Ratna Dewi mengatakan jika dia sangat membutuhkan beras. Dirinya juga mengakui, telah memesan beras.

"Butuh beras pak, untuk makan. Beras kami sudah tidak ada lagi,"ujar, Ratna dihadapan Kadis Sosial Kabupaten Wajo, DPRD DPRD Wajo Sumardi Arifin serta beberapa personel Tim SAR Puangrimaggalatung (Prima) Sengkang.