Ansor Gelar Diskusi dan Deklarasi Tolak Politik Uang -->

Iklan Semua Halaman

Ansor Gelar Diskusi dan Deklarasi Tolak Politik Uang

Diskusi dan Deklarasi Tolak Politik Uang digelar Ansor


SOPPENGTERKINI.COM, MAROS - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, menggelar diskusi dan deklarasi tolak politik uang di Kantor Balai Diklat Perikanan Bontoa, Minggu (24/2/2019).



Kegiatan ini sebagai bentuk nyata apresiasi organisasi kepemudaan dalam menghadapi pesta demokrasi pemilu 2019 yang kerap diwarnai politik uang yang sistematis dan massif. 



"Money politik sudah menjadi tradisi buruk dalam setiap event pemilu, karena hal ini membutuhkan perhatian serius semua pihak untuk secara bersama membuat perlawanan secara massif pula," kata Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bontoa, Amirullah Basri.



Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman memaparkan bahwa, semua harus terus berupaya membangun kesadaran politik baru, yaitu bergerak dari pemilih pragmatis menjadi pemilih yang rasional, menjadikan money politik sebagai musuh bersama yang harus dilawan. 



Ia menambahkan, adalah bentuk kampanye atau perang terhadap money politik sebagai musuh utama demokrasi.



Ansor sebagai organisasi kepemudaan, memilih mengambil langkah kecil, yaitu sebuah gerakan berbasis masyarakat untuk secara bersama-sama menyatakan perang terhadap money politik, khususnya di Kecamatan Bontoa.



Sementara itu, Anggota Panwascam Bontoa, Mursin Nur dalam pemaparannya menguraikan pentingnya keterlibatan masyarakat luas sebagai aktor-aktor  yang melibatkan diri secara konkret dalam memberi pendidikan politik langsung kepada rakyat.



Atas kerjasama semua pihak dalam membangun gerakan massif dalam menolak politik uang, maka saya haqqul yaqin kita bisa meminimalisir politik uang terjadi di Bontoa, tandas Mursin.



Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros, KH. Syamsul Khalik dalam pemaparannya menegaskan pentingnya partisipasi semua pihak, dengan terus menerus memberi pengertian kepada masyarakat bahwa uang sogok adalah haram dalam agama, itu jelas titik.



Kita berusaha merasionalkan bahwa uang sogok disamping haram dan perbuatan melawan hukum juga tidak membuat kita sejahtera, tidak membuat kaya, justru kita telah menerima sesuatu yang haram yang akhirnya kita berikan ke keluarga kita.(*)