Diduga Beda Pilihan di Pemilu RASKIN di Cabut

Iklan Semua Halaman

Diduga Beda Pilihan di Pemilu RASKIN di Cabut



SOPPENGTERKINI.COM,SOPPENG - Pemilu seharusnya menjadi ajang pesta masyarakat untuk menentukan pemimpin ataukah wakil rakyat yang tepat untuk mewakilinya di parlemen,namun justru sebaliknya pemilu menjadi polemik bagi masyarakat Mattabulu Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng karena beda dukungan harus kehilangan jatah RASKIN yang menjadi bantuan pemerintah bagi warga yang kurang mampu. Senin, 11/3/2019.

Menyambut pemilu damai dan bersih justru menjadi musibah bagi warga Mattabulu Kecamatan Lalabata, hanya karena berbeda pilihan dengan Kades setempat, RASKIN bantuan pemerintah yang difasilitasi oleh desa di cabut padahal warga tersebut masih membutuhkan bantuan tersebut untuk menyambung kebutuhan sehari harinya.

Menjadi polemik bagi masyarakat yang kurang mampu karena keterbatasan untuk menentukan pilihannya sendiri pada pemilu yang akan mendatang, juga menjadi bencana untuk kelangsungan hidupnya yang mendatang. Isap sedih yang dirasakan oleh warga yang sangat membutuhkan RASKIN harus putus terima bantuan karena perbedaan pilihan menjelang Pileg pada 17 April 2019.

"Kemarin pasca sebelum pemilihan kami masih menerima bantuan tersebut terbukti bahwa kami terdaftar di tandakan adanya papan penerima bantuan yang terpajang di teras rumah namun pasca pernyataan dukungan, tiba - tiba RASKIN tidak lagi kami terima,"Ungkap Warga Mattabulu (Red).

Calon Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Andi Samsu Rijal sangat menyayangkan sikap dingin pemerintah desa tersebut, yang seenaknya saja memperlakukan masyarakat dengan senonoh tanpa pertimbangan yang matang sehingga membuat masyarakat menjadi resah karena kehilangan bantuan pemerintah.

"Pemimpin yang baik seharusnya menjadi panutan yang baik tanpa melihat dari latar belakang status warganya apalagi hanya karena perbedaan pilihan lalu  di cabut bantuannya justru menonjolkan kekurangan dari pemimpin tersebut yang anti Demokrasi dan tidak mendukung warganya untuk ber aspirasi," Ucap Mantan Anggota DPRD Soppeng.


Perbedaan pendapat di Pileg tentu menjadi hal yang biasa namun jangan pernah jadikan masyarakat sebagai bahan acuan untuk mengikuti apa yang menjadi keinginan pemimpinya karena, harapannya diadakan pemilu untuk mencari pemimpin yang terbaik yang dipilih sesuai hati nurani bukan karena unsur paksaan ataukah tekanan oleh pemerintah pemegang otoritas pada daerah tersebut.

Laporan: Abrar