Bupati Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kelas DDI Lereng Hijau -->

Iklan Semua Halaman

Bupati Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kelas DDI Lereng Hijau





SOPPENGTEEKINI.COM-- Peletakan Batu Pertama Ruang Kelas Baru MI DDI Lereng Hijau dilakuan Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak di Desa Gattareng Toa, Senin, 1 Maret. Acara dirangkaikan Launching Gerakan Sejuta Koin Wakaf Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren.


Bupati Soppeng, A Kaswadi Razak
mengatakan pembangunan madrasah dan diharapkan ada evaluasi di antar Kabupaten. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama berkompetisi dalam hal kebaikan dan yakin kita bisa selama ada kemauan dan ketulusan.

"Kami sampaikan bahwa Soppeng berbeda dengan daerah lain karena kita memiliki semangat "Yasisoppengi". Sehingga semuanya dapat diselesaikan walaupun ada perbedaan dan "Yasisoppengi" tertanam dengan baik di hati masyarakat,"kata A Kaswadi.

Kaswadi berharap peran Kepala Kanwil Agama dapat memberi kemajuam untuk lembaga keagamaan di Soppeng. Bukan hanya di Madrasah tapi masih banyak yang butuh perhatian serta kami juga berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

 Kepala Kanwil Kemenag Prov. Sulsel,  H Khaeroni,  mengajak semua pihak baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat atau seluruh Stackholder, mari kita empati dan simpati kepada lembaga pendidikan seperti ini yang merupakan kader-kader masa depan kita. Mari berkolaborasi dengan baik antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama.

"Terkait dengan sejuta koin program ini berfokus ketika tim peneliti yang datang menghadap ke saya dengan meminta petunjuk untuk meneliti 24 Kabupaten, salah satunya Kab. Soppeng dan dari sini saya munculkan program sejuta koin dengan argumentasi yang sangat sederhana,"kata Khaeroni.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Soppeng, H.Fitriadi, selaku ketua panitia pelaksana  mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kemenag Prov. Sulsel bersama tim pengembangan dan peneliti Madrasah Kementerian Agama RI yang telah melakukan penelitian terhadap pengembangan Madrasah di Kab. Soppeng sehingga dapat berkembang. (ST)