Selain Jalan Ekstrem, Warga Tellu Limpoe Juga Belum Nikamti Listrik -->

Iklan Semua Halaman

Selain Jalan Ekstrem, Warga Tellu Limpoe Juga Belum Nikamti Listrik

Warga sedang melintasi sungai untuk menuju daerah tujuannya (foto Istimewa)

SOPPENGTERKINI.COM,WATAMPONE--Warga masyarakat Kabupaten Bone khususnya yang ada di Kecamatan Tellu Limpoe berharap banyak kepada Bupati Bone Andi Fahsar Padjallangi untuk mengatasi keluhanan masyarakat khususnya memenuhi kebutuhan dasar warga.

Pasalnya, Warga yang bermukim di Dusun Urappai, Desa Gaya Baru sangat resah akibat jalan yang sangat ekstrem. Bukan hanya itu, biaya untuk menjangkau ibu kota Kecamatan juga sangat mahal dari biasanya. sewa normal hanya Rp 50 ribu, jika musim hujan sampai dua kali lipat.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dusun Urappai, Desa Gaya Baru, Marsus saat ditemui wartawan. Menurutrnya, beberapa desa yang berada di Kecamatan Tellu Limpoe Berbeda dengan jalan ibu kota kecamatan, akses ke desa dan dusun terpencil terbilang sangat ekstrem. Jalanan lebih banyak didominasi kerikil dan tanah-tanah basah. Tak jarang, jalan antar desa dilalui dengan menembus jalur perkebunan warga.

Marsus mengakui bahwa akses jalan di desanya memang sangat sulit dijangkau sehingga biaya untuk transportasi bisa lipat dua kali dari biasanya dimana harga standar itu hanya Rp.50 ribu namun jika jauh bisa mencapai Rp 100 ribu.

"Sehingga masyarakat lebih banyak memanfaatkan kendaraan roda dua untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan, warga yang tak punya motor harus memanfaatkan jasa ojek. Satu kali angkut, mereka mesti merogoh kocek minimal Rp50 ribu. Tak jarang angkanya sampai Rp100 ribu," ujarnya

Selain akses yang sangat ekstrem dan biaya angkut yang cukup mahal, harga bahan baku untuk bangunan juga ikut naik sampai berkali kali lipat seperti harga pasir yang hanya Rp550 ribu, jadinya, harga satu truk pasir bisa sampai lebih dari Rp2 juta karena harus diangkut berkali kali.

Meski akses jalan ke dusunnya baru menikmati akses jembatan gantung, berbeda dengan daerah tetangga. Dimana di desa lain, yakni Tapong, berbatasan langsung Kabupaten Maros Daerah tersebut, kata Marsus, bahkan belum mendapatkan pasokan listrik.

"Sebenarnya, pembangunan jalan sudah diprakarsai oleh bupati sebelumnya, Andi Fahsar M Padjalangi. Warganya sangat bersyukur. Hanya saja, proses pengerasan jalan sempat tertunda. Ia pun berharap, jika Fahsar kembali terpilih bisa melanjutkan pembangunan akses ke kampung-kampung terpencil Tellu Limpoe," cetusnya  (Sul)