Agendakan Kirab Satu Negeri, GP Ansor Temui Kapolres Maros -->

Iklan Semua Halaman

Agendakan Kirab Satu Negeri, GP Ansor Temui Kapolres Maros


SOPPENGTERKINI.COM,MAROS - Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman bersama Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkoorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Ibrahim, menggelar silaturrahim dengan Kapolres Maros, AKBP Yohanes Richard Andrians, Rabu 26/9/2018 di ruangan Kapolres.

"Kami menemui langsung Bapak Kapolres Maros untuk mengkomunikasikan kegiatan Kirab Satu Negeri Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Maros nanti pada tanggal 9-10 Oktober 2019," kata Abrar Rahman.

Menurut Abrar, ada beberapa rangkaian kegiatan Kirab Satu Negeri Ansor antara lain, Istogotsah dan Doa Untuk Negeri di Pondok Pesantren Nahlatul Ulum, Ziarah Makam Pendiri NU Sulsel, Anregurutta Puang Ramma di Tambua Kecamatan Lau dan terakhir penanaman pohon di area Wisata Rammang-Ramang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa.

"Kirab Satu Negeri ini bergerak dari lima titik, ada 17 orang yang membawa bendera merah putih. Hal ini bermakna hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 dan dalam sehari semalam umat Islam melaksanakan shalat wajib sebanyak 17 rakaat," terang Abrar.

Melalui Kirab Satu Negeri GP Ansor memandang paling tidak empat hal yang tengah terjadi di Indonesia saat ini. Pertama ancaman dari sekelompok kecil orang yang ingin mengubah konsensus kebangsaan Indonesia yaitu, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Yang kedua, ada kelompok kecil yang menggunakan agama sebagai alat politik atau mempolitisasi agama, dan menggunakan agama sebagai sumber konflik.

"Ada pihak-pihak yang menggunakan pemahaman agama mereka sebagai kebenaran tunggal, suka menyesatkan dan mengkafirkan pihak lain," katanya.

Lanjutnya, Ketiga, masyarakat sebenarnya toleran dan jumlahnya mayoritas, menjadi kalangan diam sehingga suara kecil yang intoleran yang mengemuka di pemberitaan.

"Dan Keempat, keprihatinan kondisi negara lain, khususnya dunia Islam yang dilanda konflik peperangan yang tidak berkesudahan," tutup Abrar.(*)

Editor: Abhy